06/05/12


Aku tidak ingin menjadi wanita biasa.


Aku ingin menjadi wanita luar biasa


Yang mempunyai tekad sekeras baja, lembut tapi tegas, bijak, penyayang dan tahu banyak hal seakan seluruh dunia di genggaman.


Aku ingin lepas dari kungkungan ini, yang membuatku tidak berkutik dan melakukan hal yang itu-itu saja.Aku ingin menjadi wanita yang mandiri dan bebas tetapi bebas yang tidak kebablasan. 


Karena bagaimanapun aku harus tahu posisiku sebagai seorang perempuan dan aturan agama tetap akan ku pegang.Aku ingin menjadi wanita yang bisa mengelilingi dunia suatu hari nanti.


Berkenalan dengan berbagai macam orang, menikmati keindahan alam di berbagai belahan dunia dan tentunya terus menuntut ilmu.


Aku ingin menjadi wanita yang sholehah
Yang mendampingi suamiku nanti baik suka maupun duka


Aku ingin menjadi ibu yang hebat
yang akan mengajarkan dan mendidik anakku nanti hingga menjadi orang yang berguna untuk agama dan bangsanya.
Aku percaya wanita hebat akan melahirkan anak yang hebat.


Aku ingin menjadi diriku sendiri, setiap harinya berupaya untuk menjadi pribadi yang hebat dan dicintai orang disekelilingnya.


Untuk mencapai semua itu Aku tidak ingin menjadi wanita yang ambisius, karena orang yang ambisius akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya dan terkadang cenderung egois hingga orang yang disekitarnya bahkan tersakiti.


Akan kugapai semua impianku dengan caraku sendiri tentunya dengan ridho orang tuaku dan ridho Allah SWT.


Akan kubuat mereka yang menyayangiku bangga dan tersenyum bahagia karena aku.

03/03/12

Menunggu Untuk Berlari


Kini, aku merasa sedang menginjak garis start dalam perlombaan lari.
Mereka sudah berlari
Tapi aku hanya terpaku diam di tempat
Entah karena tidak tahu caranya memulai aba-aba untuk berlari atau karena belum terdengar peluit panjang di bunyikan yang menandakan waktunya berlari
Dan yang berhak meniup peluit itu adalah Allah
Aku ingin sekali berlari seperti mereka
Berlari mengejar impian, berlari mengejar cita-cita
Terkadang aku merasa seolah-olah Allah tidak memberikanku kesempatan untuk berlari dan mengekangku di sini, di garis start.
Jauh..jauh..mereka semakin jauh berlari meninggalkanku yang masih terpaku di garis start
Ketika ku mulai tahu caranya memulai aba-aba untuk berlari, peluit itu belum juga terdengar
Ya Allah engkau memang maha tahu dan maha penyayang
engkau pun coba beri pengertian hatiku agar salah paham ini tidak berlanjut
engkau beri pengertian pada hati ini agar bersabar menunggu
aku pun percaya bahwa engkau sedang mempersiapkan tujuan dan jalan yang indah untukku
karena terkadang mereka yang berlari, hanya berlari tanpa tahu tujuan mereka dimana
aku percaya bahwa peluit itu akan di tiupNYA pada saat yang tepat
karena engkau maha tahu yang terbaik untuk hambamu