25/12/11

penyesalan

kau tahu seperti apa rasanya menyesal? 
rasanya seperti tercabik-cabik, bagai pohon kekar yang tumbang dan lebih parahnya lagi jatuh kedalam jurang.
aku benci perasaan itu.
tentunya tidak ada yang menyukainya bukan?
tapi ada yang bilang, nikmati saja luka itu karena itu cara tercepat untuk move on.
sepenuhnya aku tidak setuju, karena ini terlalu sakit untuk dinikmati.
satu penyesalan, yang entah mengapa kuyakini tidak akan pernah bisa hilang.
yaitu dirimu.
bukan pertemuanku denganmu yang aku sesali.
karena pertemuan denganmu adalah sebuah takdir yang tak bisa dilawan.
yang aku sesali adalah logika dan perasaanku terhadapmu.
ya...logikaku yang terlalu bodoh untuk mempercayai semua kata-katamu dan perasaanku yang terlalu naif  untuk terus memaafkanmu.
dan itu semua penyesalan yang terus menghantuiku sampai saat ini.
andai saja dulu logikaku berjalan sebagaimana semestinya dan perasaanku tumbuh dengan sewajarnya pasti semua tidak akan seperti ini jadinya.
tapi kata ''andai" yang sudah ditelan waktu tidak akan pernah bisa menjadi nyata.
sekarang, hanya ada diriku yang mencoba melawan penyesalan itu.
mencoba melawannya dengan sebuah harapan.
harapan untuk hidupku selanjutnya.
harapan yang tidak akan pernah ada lagi namamu di dalamnya 
karena namamu hanya ada di dalam penyesalan.


.
                                                                                                                                                            

04/10/11

my first love story


tak tahukah kamu seberapa lama aku memendam perasaan ini?
tak tahukah kamu seberapa banyak hati ini terluka?

8 tahun, ya 8 tahun aku memendam rasa ini untukmu
apa kau menyadarinya?
pernah aku ungkapkan itu, tapi kau hanya diam.
sampai di saat yang tidak tepat akhirnya kau ungkapkan perasaanmu padaku.
pernyataanmu pun di sambut penolakan dariku.
bukan..bukannya aku tidak mau.
hanya saja waktunya tidak tepat
lalu kaupun pergi menghilang, meninggalkan diriku dengan segala perasaan bersalah ini.
tak tahukah kau? setiap hari aku berdoa agar Tuhan mempertemukan kita kembali.
agar aku bisa meminta maaf padamu.
Allahpun akhirnya menjawab doaku. kita dipertemukan kembali
kesempatan untuk meminta maaf pun tidak ku sia - siakan
walau pada saat itu kau sudah bersama dengan yang lain
aku benar - benar ikhlas melihatmu bahagia dengan yang lain
lalu dengan kedok pertemanan kau mendekatiku kembali
kau mempertanyakan penolakanku dahulu dan perasaanku saat ini
kaupun tahu hati ini tidak berubah sama sekali, masih tertuju padamu
semua kata manismu membuatku terbuai dan kau bilang kau sudah meninggalkan dia demi aku.
pernyataanmu yang keduapun akhirnya aku sambut.
saat itu benar - benar menjadi hari bahagiaku
sampai kau menghancurkannya dengan kebohonganmu
kau tidak pernah meninggalkan dia
serakah sekali dirimu? tidak mau melepaskan dia juga aku.
kuputuskan untuk pergi meninggalkanmu
seminggu...dua minggu...sampai satu bulan kita tidak saling berhubungan
sampai suatu hari kau tiba - tiba datang kembali mengusik hidupku
lagi - lagi masih dengan alasan pertemanan. ya aku menerima alasan itu dengan ketulusan ingin berteman denganmu TIDAK LEBIH.
tapi disela kedekatan kita sebagai teman. lagi - lagi kau mencoba mengungkapkan pernyataan itu.
pernyataan kalau kau mencintaiku. saat itu yang aku tahu kau masih bersamanya.
aku benar - benar tak habis pikir tentangmu.
hey...apa kau lupa aku ini wanita yang masih memiliki hati nurani? aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama dan aku tidak mau bahagia diatas penderitaan orang lain.
bisakah kau mengerti itu?? tapi kau sama sekali tidak mau mengerti
puncaknya...kau malah menghinaku dengan kata - kata kasar
sakit...sakit sekali rasanya di hina oleh orang yang kucintai.
penghinaan itu tidak bisa diterima oleh akal pikiran dan hatiku.
aku tidak mengerti, kau yang berubah atau aku yang benar - benar tidak mengenal seperti apa dirimu.
kini, aku sudah lelah terus disakiti olehmu. kuputuskan untuk berhenti mencintaimu.
tragis memang, 8 tahun penantianku dibalas dengan penghinaan darimu.
aku berharap suatu hari bisa mengenang dengan indah cinta pertamaku. tapi kenyataannya, yang kau tinggalkan kenangan yang pahit dan memberikan trauma dalam hidupku.
untuk saat ini dan seterusnya doaku di setiap malam agar Allah tidak mempertemukanku lagi denganmu.
aku tidak membencimu, hanya saja akan terasa sakit sekali bila aku bertemu lagi denganmu.
semoga kau mengerti kesalahanmu dan berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi sehingga tidak mengulangi kesalahanmu ini dengan orang lain.

                                   

  

21/04/11

BERTERIMAKASIH KEPADA IBU KARTINI

hari ini bertepatan dengan tanggal 21 april, seperti yang kita ketahui hari ini merupakan peringatan hari lahir ibu kartini. saat masih sekolah dasar kita sering memperingatinya dengan berbagai acara di sekolah tanpa tahu maknanya, kini semakin dewasa aku mempertanyakan siapa sebenarnya ibu kartini itu sampai hari lahirnya saja di peringati oleh seluruh perempuan indonesia.
akupun mencari tahu jasa apa yang telah beliau buat untuk perempuan indonesia, terlebih lagi tulisannya yang bisa membuka mata hati perempuan untuk menuntut haknya. setelah membaca dan memaknai tulisan beliau akupun semakin mengaguminya. berikut ini petikan surat-surat kartini yang di tulisnya kepada sahabat penanya di eropa :

“Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya.” (Surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, Agustus 1900)

“Orang memang menaruh perhatian yang sungguh-sungguh kepada perkembangan otak mereka, tetapi apa yang dilakukan untuk pembentukan watak mereka?.” (Surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, Agustus 1900)

“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?.” (Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902)

”Sesungguhnya adat sopan-santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku
harus merangkak bila hendak lalu di hadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah segera ia turun duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tidak kelihatan lagi. Adik-adikku tidak boleh berkamu dan berengkau kepadaku. Mereka hanya boleh menegur aku dalam bahasa kromo inggil (bahasa Jawa tingkat tinggi). Tiap kalimat yang diucapkan haruslah diakhiri dengan sembah. Berdiri bulu kuduk bila kita berada dalam lingkungan keluarga bumiputera yang ningrat. Bercakap-cakap dengan orang yang lebih tinggi derajatnya, harus perlahan-lahan, sehingga orang yang di dekatnya sajalah yang dapat mendengar. Seorang gadis harus perlahan-lahan jalannya, langkahnya pendek- pendek, gerakannya lambat seperti siput, bila
berjalan agak cepat, dicaci orang, disebut "kuda liar". [Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899]

"Peduli apa aku dengan segala tata cara itu ... Segala peraturan, semua itu bikinan manusia, dan menyiksa diriku saja.Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan Jawa itu ... Tapi sekarang mulai dengan aku, antara kami (Kartini, Roekmini, dan Kardinah) tidak ada tata cara lagi. Perasaan kami sendiri yang akan menentukan sampai batas- batas mana cara liberal itu boleh dijalankan. [Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899]

“Bolehlah, negeri Belanda merasa berbahagia, memiliki tenaga- tenaga ahli, yang amat bersungguh mencurahkan
seluruh akal dan pikiran dalam bidang pendidikan dan pengajaran remaja-remaja Belanda. Dalam hal ini anak-anak Belanda lebih beruntung dari pada anak-anak Jawa, yang telah memilki buku selain buku pelajaran sekolah.” [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 20 Agustus 1902]

"Pergilah. Laksanakan cita-citamu. Kerjalah untuk hari depan. Kerjalah untuk kebahagiaan beribu-ribu orang yang tertindas di bawah hukum yang tidak adil dan paham-paham yang palsu tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Pergi. Pergilah. Berjuanglah dan menderitalah, tetapi bekerjalah untuk kepentingan yang abadi" [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902]

"Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami
menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]

berbanggalah kita memiliki putri bangsa seperti beliau, setiap kata dari suratnya hanya ingin perempuan indonesia mendapatkan kesetaraan gender terutama dalam hal pendidikan tanpa mengabaikan kodratnya sebagai perempuan. walaupun sebenarnya ibu kartini tidak bisa merasakan kebebasan itu namun jasa beliau membuat wanita indonesia mendapatkan kebebasannya dan beliau telah menginspirasi perempuan indonesia. jadi, wanita indonesia berterimakasihlah engkau kepada ibu kartini.

23/03/11

Kau terakhirku

Dengarlah aku langit dengarlah aku bumi

Dengarlah aku katakan

Aku jatuh cinta lagi

Saat aku tak ingin

Saat hatiku dingin

Kau datang bawa cintamu hangat segalanya

Kau memang bukan yang pertamaku

Tapi hati ini ingin kau terakhir

Ambilah semua…semua…

Rahasia dalam hatiku

Aku tak ingin menyimpan selain cintamu

Ambilah semua…semua…

Kenangan masa laluku

Aku tak ingin mengingat selainmu

Kau terakhirku


Dan berharap suatu hari bisa menyanyikan lagu ini untuk seseorang.